Pohon biasanya kita bayangkan tumbuh di tanah gembur, dikelilingi rumput, dan mendapat cahaya matahari yang cukup. Kenyataannya, ada sejumlah pohon yang tumbuh jauh dari gambaran itu. Ada yang akarnya membelah batu. Ada yang berdiri di tengah danau tanpa tanah. Ada yang tumbuh di dalam tiang rambu lalu lintas.

4 phon hidup diatas 1 batang pohon yang mati - 10+ Pohon Unik yang Tetap Hidup di Lingkungan Ekstrem

Melihat mereka, pertanyaan yang muncul sederhana: seberapa jauh sebuah makhluk hidup bisa bertahan sebelum menyerah? Jawaban yang terlihat dari pohon-pohon ini cukup keras kepala. Mereka belum menyerah, dan sepertinya tidak berencana melakukannya dalam waktu dekat.

Pohon yang Tumbuh di Tempat yang Tidak Masuk Akal

Sebagian pohon di daftar ini tumbuh di tempat yang, kalau dipikir dengan logika biasa, seharusnya mustahil. Batu padat, air tanpa tanah, tiang besi, sampai sisa batang pohon lain yang sudah lebih dulu mati. Mereka tidak menunggu kondisi ideal datang. Mereka menyesuaikan diri dengan apa pun yang tersedia di sekitarnya.

Daftar berikut dihimpun dari unggahan boredpanda.com yang sudah lama beredar dan jadi bahan perbincangan banyak orang karena sulit dipercaya.

1. 4 Pohon tumbuh diatas 1 batang pohon yang telah mati

sumber: boredpanda.com
2. Pohon yang masih bisa tetap tumbuh diatas batu, akarnya membelah dan menembusa kedalam batu

sumber: boredpanda.com
3. Tumbuhan ini bertahan hidup di bongkahan kayu tengah danau yang hanya ada air disekitarnya tanpa tanah

sumber: boredpanda.com
4. Pohon palem tumbuh dengan batang melingkar seperti ular

sumber: boredpanda.com
5. Pohon yang tumbuh di puncak bebatuan curam ini tidak mau mati, ia menjulurkan akarnya menyebrangi tebing curam untuk mendapatkan sumber makanan

sumber: boredpanda.com
6. Walaupun dibwahnya tidak ada tanah, bukan berarti pohon ini tidak bisa hidup

sumber: boredpanda.com
7. Satu – satunya tumbuhan yang selamat dari terjangan tsunami Jepang

sumber: boredpanda.com
8. Satu – satunya pohon yang masih memiliki daun walaupun sudah musim gugur dan tumbuhan lainn daunnya telah gugur, mungkin itu akibat pencahayaan lampu yang terus menerangi pohon ini

sumber: boredpanda.com
9. Tumbuhan ini tetap hidup di dalam tiang rambu – rambu lalu lintas

sumber: boredpanda.com
10. Walaupun telah ditebang, bukan berarti ia mati, ia tetap hidup

sumber: boredpanda.com
Baca juga: Uniknya Restoran Ini, Semua Pelayannya Nenek-nenek Yang Sudah Tuli Loh!! Tempat-tempat Unik Ini Membuat Kalian Berpikir Keras Menakjubkan, Pulau-pulau ini memiliki bentuk unik

Dua kisah yang paling sering dibahas dari daftar itu adalah nomor tujuh dan nomor sepuluh. Pohon yang selamat dari terjangan tsunami di Jepang jadi semacam penanda bahwa bencana besar pun tidak selalu menghapus semuanya. Sementara pohon yang sudah ditebang tapi tetap bertunas kembali menunjukkan bahwa selama akar dan sebagian jaringan hidupnya masih ada, cerita belum benar-benar selesai.

Yang membuat daftar ini menarik bukan sekadar bentuknya yang aneh. Ada pelajaran soal bertahan di situasi yang tidak mendukung, dan itu terasa relevan untuk banyak hal di luar urusan tumbuhan.

Bekal Alami yang Membuat Mereka Bertahan

Pohon tidak punya kaki untuk pindah ke tempat yang lebih nyaman. Karena itu, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah menyesuaikan bentuk dan cara kerjanya dengan kondisi sekitar. Proses ini berlangsung lama, kadang puluhan tahun, dan hasilnya baru terlihat setelah akar benar-benar mencengkeram apa pun yang bisa dipegangi.

Pada kasus pohon yang akarnya membelah batu, yang bekerja bukan kekuatan besar sekaligus, melainkan tekanan kecil yang berulang tanpa henti. Akar tumbuh sedikit demi sedikit, masuk ke celah, lalu memuai celah itu saat bertambah besar. Dalam jangka panjang, batu yang tampak kokoh bisa retak juga.

Sementara pohon yang hidup tanpa tanah di tengah danau atau di tiang rambu biasanya mengandalkan serat kayu yang mampu menahan air, sisa-sisa bahan organik yang tersangkut, dan kemampuan bertahan dengan nutrisi seadanya. Beberapa mekanisme yang sering muncul pada tumbuhan semacam ini:

  • Akar yang mampu menyusup ke celah sempit lalu melebar seiring pertumbuhan.
  • Batang yang menyimpan cadangan air untuk melewati masa kering.
  • Daun yang mengurangi penguapan di tempat terbuka dan terik.
  • Pertumbuhan yang mengikuti arah cahaya, bahkan kalau harus memutar badan.
  • Kemampuan bertunas kembali dari sisa batang atau akar yang masih hidup.

Kombinasi inilah yang membuat pohon-pohon tersebut tidak hanya bertahan beberapa minggu, tapi bisa menetap bertahun-tahun di tempat yang jelas-jelas tidak dirancang untuk mereka.

Ilmuwan Menyebut Mereka Bagian dari Ekstremofil

Dalam kajian biologi, makhluk yang sanggup hidup di lingkungan ekstrem punya sebutan sendiri, yaitu ekstremofil. Istilah ini biasanya dipakai untuk organisme kecil, tapi prinsipnya sama: ada kehidupan yang justru menemukan rumah di tempat yang dianggap tidak layak huni.

Kehidupan sendiri tersebar di seluruh Bumi, di udara, air, dan tanah. Kumpulan ekosistem itu bersama-sama membentuk biosfer, dan kehidupan yang berada di dalam suatu ekosistem tertentu disebut biota. Artinya, batas antara tempat yang “bisa ditinggali” dan “tidak bisa ditinggali” jauh lebih kabur daripada yang kita bayangkan.

Yang perlu diingat, setiap bentuk kehidupan pada akhirnya akan mencapai tahap kematian, dan tidak ada satu pun yang benar-benar abadi. Jadi pohon-pohon di daftar tadi bukan makhluk tanpa batas. Mereka hanya berhasil menunda batas itu lebih lama daripada yang kita duga.

Cara Manusia Menjelaskan Kehidupan

Ketertarikan pada kehidupan sebenarnya sudah berumur sangat tua, jauh sebelum orang bisa memotret pohon aneh dan menyebarkannya. Rangkuman berikut bersumber dari Wikipedia bahasa Indonesia, yang mencatat bagaimana berbagai pemikir mencoba menjawab pertanyaan soal apa itu hidup.

Beberapa teori paling awal berakar pada pandangan materialistis, yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada hanyalah materi, dan kehidupan tidak lebih dari bentuk atau susunan kompleks dari materi itu sendiri.

  • Empedokles(430 SM), berpendapat bahwa seluruh alam semesta tersusun dari kombinasi empat unsur abadi, atau akar segala sesuatu: tanah, air, udara, dan api.
  • Demokritos(460 SM), berpendapat bahwa ciri utama kehidupan adalah keberadaan jiwa, dan jiwa itu sendiri tersusun dari atom-atom yang berpijar.
  • Plato, berpendapat bahwa dunia diatur oleh bentuk-bentuk abadi yang tercermin secara tidak sempurna dalam materi.
  • Aristoteles(322 SM), mengemukakan hilomorfisme, yaitu pandangan bahwa segala sesuatu terdiri atas materi dan bentuk, dengan tiga jenis jiwa: vegetatif pada tumbuhan, hewani pada hewan, dan rasional pada manusia.

Materialisme mekanistik dari Yunani Kuno dihidupkan kembali oleh sejumlah filsuf Prancis dan Jerman. Mereka melihat makhluk hidup sebagai susunan bagian yang bekerja seperti mesin.

  • René Descartes(1596–1650), memandang hewan dan manusia sebagai kumpulan bagian yang tersusun sehingga berfungsi layaknya mesin.
  • Gottfried Wilhelm Leibniz, menekankan organisasi hierarkis pada mesin hidup, dan mencatat dalam Monadolgi (1714) bahwa mesin-mesin alam tetaplah mesin bahkan pada bagian terkecilnya.
  • Julien Offray de La Mettrie(1709–1750), mengembangkan gagasan itu dalam karyanya yang terkenal, Manusia sebagai Mesin.
  • Stéphane Leduc(1853–1939), mengemukakan bahwa proses biologis dapat dipahami melalui prinsip fisika dan kimia, dan bahwa pertumbuhan organisme menyerupai pembentukan kristal anorganik dalam larutan natrium silikat.

Salah satu perdebatan paling seru soal asal kehidupan adalah soal generasi spontan, yaitu keyakinan bahwa makhluk hidup bisa muncul tanpa keturunan dari makhluk serupa sebelumnya.

  • Louis Pasteur, pada tahun 1859 mematahkan keyakinan itu lewat serangkaian percobaan.
  • Francesco Redi, menjadi pendahulu yang penelitiannya disempurnakan Pasteur.
  • Georg Ernst Stahl, memunculkan gagasan vitalisme pada abad ke-17, yaitu keyakinan bahwa kehidupan punya daya hidup yang tidak bisa direduksi jadi proses fisik atau kimiawi.
  • Friedrich Wöhler, pada tahun 1828 berhasil mensintesis urea dari bahan anorganik, peristiwa yang dikenal sebagai Sintesis Wöhler.
  • Eduard Buchner, menunjukkan bahwa fermentasi alkohol dapat terjadi pada ekstrak ragi yang telah bebas sel hidup.

Gagasan vitalistik juga menarik perhatian sejumlah pemikir besar lain, seperti Henri Bergson,Friedrich Nietzsche, dan Wilhelm Dilthey dari kalangan filsuf,Xavier Bichat dari kalangan ahli anatomi, serta Justus von Liebig dari kalangan ahli kimia. Sementara itu,Charles Darwin pada tahun 1859 memberikan penjelasan mekanistik tentang asal-usul spesies melalui seleksi alam.

Kehidupan sendiri diyakini muncul sedikitnya 3,5 miliar tahun yang lalu, menandai keberadaan leluhur bersama universal. Dari sana, kehidupan berevolusi menjadi seluruh spesies yang ada saat ini, termasuk pohon-pohon keras kepala yang tumbuh di celah batu itu.

Yang Bisa Kita Pelajari dari Pohon Keras Kepala

Ada satu hal yang membuat daftar pohon tadi terasa menyenangkan untuk dibaca. Mereka tidak pernah diberi pilihan. Tidak ada yang memindahkan mereka ke pot yang lebih nyaman, tidak ada yang menyirami tiap pagi. Yang mereka punya cuma tempat tumbuh yang seadanya, dan waktu.

Kalau dipikir lagi, reaksi kita terhadap pohon-pohon ini sering kali berlebihan. Kita menyebutnya ajaib, padahal yang terjadi adalah proses biologis biasa yang berjalan sangat lama. Bedanya, kita jarang punya kesabaran untuk memperhatikan sesuatu yang bergerak dalam hitungan tahun, bukan detik.

Mungkin itu sebabnya kisah pohon di tengah danau atau pohon di dalam tiang rambu selalu berhasil menarik perhatian. Mereka mengingatkan bahwa bertahan hidup sering kali bukan soal punya kondisi terbaik, melainkan soal memanfaatkan apa yang kebetulan ada di depan. Travis sendiri cukup yakin, pohon-pohon itu tidak pernah merasa sedang berjuang. Mereka cuma tumbuh.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted