Ojo Dibandingke: Lirik, Terjemahan, dan Maknanya
Kamu mungkin pernah mendengar lagu berbahasa Jawa yang tiba-tiba muncul di mana-mana. Di kafe, di kendaraan umum, sampai di kolom komentar media sosial. Judulnya “Ojo Dibandingke”. Dinyanyikan oleh Abah Lala, seorang penyanyi asal Jawa Tengah. Lagu ini sederhana. Melodinya mudah diingat. Tapi yang membuatnya bertahan lama bukan melodi semata, melainkan liriknya yang menusuk. Travis sendiri merasa lagu ini seperti tamparan halus bagi siapa pun yang pernah merasa diremehkan.
Ada satu hal yang membuat lagu ini berbeda dari lagu galau kebanyakan. Ia tidak mengeluh tentang cinta yang tak terbalas. Ia bicara soal dibanding-bandingkan. Soal seseorang yang terus diukur dengan orang lain. Dan itu, sayangnya, pengalaman yang terlalu akrab bagi banyak orang.
Apa Arti Judul “Ojo Dibandingke”?
Ojo dibandingke berasal dari bahasa Jawa. “Ojo” berarti jangan. “Dibandingke” berarti dibandingkan. Jadi secara harfiah, judulnya berarti “jangan dibanding-bandingkan”. Sederhana, tapi langsung menusuk.
Dalam konteks lagu, kalimat itu diucapkan oleh seseorang yang merasa selalu diadu dengan orang lain. Entah oleh pasangannya, entah oleh lingkungan. Ia lelah. Ia ingin diterima apa adanya. Ia tidak minta ditinggikan. Ia hanya minta berhenti dibandingkan.
Menariknya, lagu ini tidak meminta agar ia menang dalam perbandingan. Ia justru mengakui kekalahannya. “Saing-saingke yo mesti kalah,” begitu bunyi liriknya. Ada kejujuran yang menyakitkan di situ. Ia sadar diri, tapi juga sadar bahwa perbandingan itu sendiri yang salah.
Lirik Lengkap dan Terjemahannya
Berikut lirik lengkap lagu “Ojo Dibandingke” beserta terjemahan dalam bahasa Indonesia. Travis sengaja menampilkannya utuh agar kamu bisa meresapi setiap baitnya.
Lirik Lagu Ojo Dibandingke
Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyako aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Jelas bedo yen dibandingke
Ora ono sing tak pamerke
Aku raiso yen kon gawe gawe
Jujur sak onone
Sopo wonge sing ra loro ati
Wes ngancani tekan semene
Nanging kabeh ora ono artine
Raono ajine
Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyako aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Sopo wonge sing ra loro ati
Wes ngancani tekan semene
Nanging kabeh ora ono artine
Raono ajine
Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyako aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Terjemahan Bahasa Indonesia
Orang seperti ini kenapa dibanding-bandingkan
Dipersaingkan ya pasti kalah
Ku kerjar pun aku juga tidak mampu
Hanya sekuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Jelas beda bila dibandingkan
Tidak ada yang ku pamerkan
Aku tidak bisa jika berdusta
Jujur apa adanya
Siapa orang yang tidak sakit hati
Sudah menemani sampai sekarang
Namun semua tidak ada artinya
Tidak ada harganya
Orang seperti ini kenapa dibanding-bandingkan
Dipersaingkan ya pasti kalah
Ku kerjar pun aku juga tidak mampu
Hanya sekuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Terjemahan di atas membantu kamu yang tidak fasih berbahasa Jawa. Tapi perlu diingat, terjemahan selalu kehilangan sebagian rasa. Ada nuansa yang hanya bisa ditangkap oleh penutur aslinya.
Misalnya, kata “tak oyako” yang diterjemahkan menjadi “ku kerjar pun”. Dalam bahasa Jawa, kata itu mengandung usaha keras yang melelahkan. Ada kelelahan yang tidak sepenuhnya tersampaikan. Begitu juga “raono ajine” yang berarti tidak ada harganya. Frase itu terasa lebih getir daripada sekadar terjemahan harfiahnya.
Kenapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Lagu ini menyentuh karena ia bicara tentang luka yang jarang dibicarakan. Dibanding-bandingkan oleh orang terdekat itu melelahkan. Apalagi kalau yang membandingkan adalah pasangan sendiri. Kamu sudah berusaha menjadi yang terbaik, tapi tetap saja ada orang lain yang dianggap lebih.
Bayangkan kamu sudah setia. Kamu jujur. Kamu tidak pernah berpura-pura. Tapi pasanganmu masih saja mengungkit mantan, teman, atau orang lain yang dianggap lebih baik. Lirik “Jelas bedo yen dibandingke” menggambarkan situasi itu dengan tepat. Jelas berbeda bila dibandingkan. Tapi bukan berarti kamu tidak berharga.
Yang membuatnya kuat adalah sikap sang penyanyi. Ia tidak marah. Ia tidak membalas. Ia hanya berkata, “Mung sak kuatku mencintaimu.” Hanya sekuatku mencintaimu. Ada penerimaan yang pahit di sana. Ia tahu kemampuannya terbatas, tapi ia juga tahu ia sudah memberi yang terbaik.
Pelajaran Soal Harga Diri dan Kesetiaan
Di balik kesedihannya, lagu ini sebenarnya menyimpan pesan tentang harga diri. Sang tokoh sadar siapa dirinya. Ia tahu ia tidak sempurna. Tapi ia juga tahu ia tidak pantas diperlakukan seperti barang yang bisa dibandingkan. Ada batas yang ia jaga, meski ia tidak mengatakannya dengan keras.
Ada bait yang sangat menusuk: “Sopo wonge sing ra loro ati, wes ngancani tekan semene, nanging kabeh ora ono artine.” Siapa yang tidak sakit hati, sudah menemani sampai sekarang, namun semua tidak ada artinya. Kalimat itu seperti keluhan orang yang telah memberi segalanya, tapi dianggap tidak ada. Travis merasa bait ini yang paling sulit dibaca tanpa ikut terasa perih.
Kesetiaan menjadi tema besar di sini. Sang tokoh sudah menemani, sudah bertahan, sudah jujur. Tapi kesetiaan itu tidak dihargai. Ia hanya diukur dengan perbandingan yang tidak adil. Lagu ini seperti mengingatkan bahwa kesetiaan bukan sesuatu yang bisa dinilai dengan daftar kelebihan orang lain.
Beberapa pesan yang bisa kamu ambil dari lagu ini:
- Jangan mengukur pasangan dengan orang lain, karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.
- Kesetiaan dan kejujuran lebih berharga daripada pencapaian yang bisa dipamerkan.
- Membanding-bandingkan orang yang mencintaimu hanya akan melukai hatinya.
- Menerima kekurangan pasangan adalah bagian dari mencintai dengan tulus.
- Harga diri tidak boleh hilang hanya karena ingin dianggap lebih baik.
Daftar di atas mungkin terdengar seperti nasihat hubungan biasa. Tapi lagu ini menyampaikannya tanpa menggurui. Ia hanya bercerita. Dan justru itu yang membuatnya mengena. Tidak ada ceramah, tidak ada vonis. Hanya seorang yang lelah dan ingin dimengerti.
Abah Lala dan Fenomena Lagu Jawa
Abah Lala bukan nama baru di dunia musik Jawa. Ia sudah lama berkarya di panggung campursari dan dangdut Jawa. Lagu “Ojo Dibandingke” sendiri sebenarnya sudah ia nyanyikan sejak beberapa tahun lalu. Namun popularitasnya meledak ketika dinyanyikan ulang oleh Farel Prayoga, penyanyi cilik asal Banyuwangi.
Farel membawakan lagu ini dengan gaya khasnya. Suaranya yang khas anak-anak, tapi liriknya tentang patah hati, menciptakan kontras yang menarik. Banyak orang penasaran, lalu mencari versi aslinya. Abah Lala pun ikut dikenal lebih luas. Nama keduanya jadi sering disebut bersamaan.
Fenomena ini menunjukkan sesuatu yang menarik. Lagu berbahasa daerah bisa menembus batas wilayah. Ia tidak hanya dinikmati oleh orang Jawa. Orang dari berbagai daerah ikut menyanyikannya, meski tidak paham artinya. Terjemahan pun banyak dicari. Di kolom komentar, orang-orang saling bertanya apa arti kata per kata.
Travis melihat ini sebagai tanda bahwa musik daerah masih punya tempat di hati pendengar muda. Selama liriknya jujur dan melodinya mudah diingat, bahasa bukan lagi penghalang. Lagu ini membuktikan bahwa rasa bisa sampai meski kata-katanya asing di telinga.
Lagu “Ojo Dibandingke” mungkin sederhana. Tapi ia berhasil menyuarakan sesuatu yang jarang diucapkan. Tentang lelahnya dibanding-bandingkan. Tentang kesetiaan yang tidak dihargai. Tentang cinta yang hanya bisa diberikan sekuat kemampuan. Kalau kamu pernah merasa seperti itu, lagu ini mungkin akan terasa seperti rumah. Sebuah rumah kecil yang dibangun dari kejujuran dan luka yang sama.
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu
Ku berharap engkau mengerti
Di hati ini hanya ada kamu.***
Pemberitahuan/Notice: Situs ini tidak menyediakan Download Mp3 dari lagu yang ada. Kami hanya menulis lirik dan informasi tentang musik, penyanyi, dan musisi terkait. Semua karya baik lagu, musik maupun lirik dari lagu ini adalah sepenuhnya hak cipta dari pemiliknya dan pihak yang terkait seperti penulis, artis/penyanyi, dan label yang bersangkutan. Semua lirik disediakan oleh Travis hanya untuk tujuan pendidikan dan penggunaan pribadi saja. Untuk menghargai hak cipta dan karya para musisi, mari kita membeli CD / DVD MP3 yang asli.