Kalau kamu tinggal di Indonesia, kabar soal abu vulkanik yang menutup jalur penerbangan atau gempa kecil di tengah malam bukan hal yang aneh. Ini negara yang memang tumbuh di atas jalur api. Ratusan gunung berapi tersebar dari ujung Sumatera sampai Nusa Tenggara, dan sebagian di antaranya tidak pernah benar-benar tidur panjang.

Angka yang sering dipakai menyebutkan ada 127 gunung berapi aktif di Indonesia. Jumlah itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi gunung berapi terbanyak di dunia. Sampai 2018, beberapa di antaranya masih terus menunjukkan gejala yang bikin petugas pemantau jaga siaga terus.

Kenapa Indonesia Dikelilingi Gunung Berapi

Indonesia duduk di titik pertemuan beberapa lempeng besar bumi. Jalur ini biasa disebut Cincin Api Pasifik, sabuk panjang yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menandai wilayah-wilayah dengan aktivitas gempa serta vulkanik tinggi. Karena posisinya, Indonesia jadi salah satu wilayah paling ramai soal gunung berapi di planet ini.

Mekanismenya sebenarnya sederhana untuk dibayangkan. Ketika satu lempeng menujam ke bawah lempeng lain, batuan yang masuk ke perut bumi meleleh karena suhu dan tekanan ekstrem. Lelehan itu lalu naik lagi ke permukaan lewat celah-celah kerak bumi, menumpuk, membeku, dan membentuk kerucut gunung. Proses itu berlangsung jutaan tahun dan belum berhenti sampai sekarang.

Ada sisi lain yang jarang dibahas. Tanah di sekitar gunung berapi terkenal subur karena abu dan mineral yang keluar dari perut bumi. Itu sebabnya banyak permukiman dan lahan pertanian justru tumbuh di lereng-lereng gunung. Jadi penduduk Indonesia sudah lama hidup berdampingan dengan gunung berapi, menerima berkahnya sekaligus menanggung risikonya.

Status Gunung Berapi Sepanjang 2018

Di Indonesia, aktivitas gunung berapi dipantau dengan sistem status berjenjang. Mulai dari normal, lalu waspada, naik ke siaga, dan yang paling tinggi adalah awas. Setiap kenaikan status punya konsekuensi berbeda, mulai dari imbauan menjauh dari kawah sampai perintah evakuasi warga di radius tertentu.

Pada 2018,Gunung Agung di Bali menjadi salah satu yang paling disorot karena berstatus awas. Selain itu tercatat empat gunung berstatus siaga dan 17 gunung berapi berstatus waspada. Artinya ada lebih dari dua puluh gunung yang sedang dalam pengawasan ketat pada periode yang sama, dan itu bukan jumlah yang kecil.

Status ini bukan sekadar label administratif. Bagi warga yang tinggal di lereng, status menentukan apakah ternak masih bisa digembalakan, apakah sekolah tetap buka, dan apakah jalur pendakian ditutup. Bagi dunia penerbangan, status menentukan apakah rute di atas gunung masih aman dilewati. Satu tingkat perubahan bisa mengubah hidup banyak orang dalam hitungan jam.

Deretan Gunung Berapi Paling Aktif

Membuat peringkat pasti soal gunung mana yang paling aktif itu susah. Aktivitas gunung bisa berubah cepat, dan apa yang tampak tenang tahun ini bisa mendidih tahun depan. Tapi kalau bicara soal gunung yang paling sering bikin repot, beberapa nama selalu muncul.

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta punya reputasi sebagai salah satu yang paling sering erupsi. Letusan besarnya pada 2010 memaksa evakuasi besar-besaran dan meninggalkan jejak panjang bagi warga di sekitarnya. Sampai 2018, Merapi tetap masuk daftar gunung yang dipantau tanpa henti.

Di Sumatera Utara,Gunung Sinabung mencuri perhatian karena erupsinya berlangsung cukup lama dan berulang. Statusnya naik-turun selama bertahun-tahun, membuat warga di sekitar Karo harus terbiasa dengan pengungsian sementara. Sementara di Jawa Timur, Semeru dan Dukono punya pola erupsi yang rutin, hampir seperti jam yang berdetak.

Krakatau lewat anaknya, Anak Krakatau, juga tak pernah benar-benar tenang. Gunung yang lahir dari sisa letusan besar 1883 itu terus tumbuh dan sesekali melemparkan abu. Ada juga Bromo dengan kawahnya yang jadi tujuan wisata, Ijen dengan api birunya, Rinjani, Sangeang Api, Lokon, Karangetang, Soputan, dan Gamalama yang semuanya punya catatan erupsi masing-masing.

Kalau kamu mencari daftar 10 gunung api aktif di Indonesia, biasanya nama-nama itu yang muncul. Tapi ingat, daftar semacam itu bergerak. Ada kalanya satu gunung masuk daftar paling aktif, ada kalanya ia beristirahat dan digantikan yang lain.

  • Merapi dan Semeru di Jawa termasuk yang paling sering bergejolak.
  • Sinabung di Sumatera Utara punya periode erupsi panjang dan berulang.
  • Anak Krakatau terus tumbuh dari sisa letusan besar lebih dari satu abad lalu.
  • Dukono, Lokon, Karangetang, dan Soputan rutin menunjukkan aktivitas dari tahun ke tahun.
  • Bromo, Ijen, dan Rinjani jadi contoh gunung yang aktif sekaligus jadi tujuan wisata.

Gunung Berapi yang Tumbuh di Bawah Laut

Gunung berapi tidak hanya ada di daratan. Sebagian besar aktivitas vulkanik di Indonesia justru berlangsung di bawah permukaan laut. Perairan Indonesia yang luas menyimpan banyak puncak gunung yang tidak pernah terlihat dari pantai, dan sebagian di antaranya masih aktif sampai sekarang.

Contoh yang paling terkenal adalah kelahiran Anak Krakatau, yang muncul dari kaldera sisa letusan 1883. Dalam puluhan tahun, tubuhnya tumbuh dari bawah laut sampai menjadi pulau kecil yang bisa dilihat mata. Proses itu memperlihatkan bahwa gunung berapi bisa lahir tepat di depan mata kita, meski butuh waktu panjang.

Gunung bawah laut punya tantangan sendiri untuk dipantau. Kalau gunung di darat bisa diamati langsung dari pos pengamatan, gunung di laut harus diukur lewat alat dan getaran yang tercatat dari jauh. Letusannya kadang hanya terasa sebagai gelombang atau muncul sebagai gelembung di permukaan, tanpa abu yang terlihat dari darat.

Cara Membaca Status dan Menyikapinya

Satu hal yang sering disalahpahami: naiknya status tidak selalu berarti letusan besar akan segera terjadi. Status adalah bentuk kehati-hatian, bukan ramalan pasti. Justru karena itu, warga diminta mengikuti imbauan resmi daripada menebak-nebak dari foto atau video yang beredar di media sosial.

Yang bisa kamu lakukan sederhana saja. Kenali jalur evakuasi di daerahmu kalau kamu tinggal dekat gunung berapi. Siapkan masker dan dokumen penting dalam satu tas yang mudah dibawa. Ikuti informasi dari sumber resmi, dan jangan termakan kabar yang tidak jelas asalnya, terutama saat status sedang naik.

Bagi travisty, cara paling bijak menikmati gunung berapi adalah dengan sadar bahwa kita sedang bertamu. Mendaki ke kawah bukan sekadar olahraga atau berburu foto. Ada warga yang tinggal di sana, ada petugas yang berjaga, dan ada gunung yang punya ritmenya sendiri. Menghormati aturan bukan berarti takut berlebihan.

Melihat kembali 2018, tahun itu jadi salah satu periode yang sibuk bagi pemantau gunung berapi di Indonesia. Satu gunung berstatus awas, empat siaga, dan 17 waspada. Angka-angka itu menggambarkan sesuatu yang sudah lama jadi bagian hidup orang Indonesia: tinggal di tanah subur yang dibentuk oleh api dari bawah, dan belajar untuk selalu siap tanpa harus panik.

Gunung berapi di Indonesia tidak akan berhenti bergerak. Mereka bagian dari cara kepulauan ini terbentuk. Yang bisa berubah adalah seberapa siap kita menghadapinya, dan seberapa jujur kita membaca tanda-tanda yang sudah dikirim jauh sebelum letusan datang.

1

Gunung Agung

gunung agung - Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia Hingga 2018
Photo via : www.nytimes.com

Merupakan gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung yang terletak di kecamatan rendang kabupaten karangasem ini merupakan gunung bertipe stratovolcano, yang memiliki ukuran kawah yang sangat besar dan dalam. Gunung Agung merupakan gunung yang disucikan bagi umat Hindu di Bali pada umumnya.

Sesuai dengan predikatnya sebagai gunung tertinggi di Bali, puncak dari gunung berada di atas awan, dimana di puncak Gunung Agung kalian bisa melihat langsung puncak Gunung Rinjani yang ada di Lombok Timur. Gunung Agung meletus sebelumnya pada tahun 1808, 1821, 1843, kemudian letusan gunung agung yang paling dahsyat pada 1963 silam, dan terakhir, semenjak september 2017 yang lalau hingga awal 2018 ini aktifitas gunung agung terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini (11/1/2018) Gunung Agung masih berstatus Awas


2

Gunung Merapi

Gunung merapi yang terletak di tengah pulau Jawa ini merupakan Gunung berapi aktif dengan ketinggian puncak hingga 2.968m. Secara administrasi dan geografis, gunung merapi terletak di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tahun 2004 silam, kawasan hutan disekitar puncak gunung merapi menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Dalam catatan modern, gunung ini dikenal sangat aktif karena mengalami letusan setiap 2 hingga lima tahun sekali.


3

Gunung Sinabung

gunung sinabung - Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia Hingga 2018
Photo via : www.dailymail.co.uk

Gunung dengan ketinggian 2.451 meter ini terletak di dataran tinggi karo , kabupaten karo, Sumatera Utara. Setelah lama tidak aktif, Gunung ini kembali meletrus pada tahun 2010, dengan letusan terakhir terjadi pada bulan September 2013 dan berlangsung hingga kini. Sejak Juni 2015 yang lalu, Gunung Sinabung berstatus waspada.


4

Gunung Bromo

gunung bromo - Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia Hingga 2018
Photo via : www.travelwaw.com

Gunung yang berlokasi di Jawa TImur ini memiliki ketinggian 2.329 meter dari atas permukaan laut. Gunung bromo terkenal sebaga objek wisata utama di Jawa Timur dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pada 11 Juli 2016 yang lalu gunung bromo kembali erupsi dan mengakibatkan banda udara di tutup untuk sementara. Gunung Bromo mulai berstatus siaga sejak 5 Januari 2015 silam.


5

Gunung Egon

gunung egon flores - Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia Hingga 2018
Photo via : irisontheroad.com

Gunung ini terletak di kecematan Waigete, kabupaten Sikka, Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, sekitar 30 km sebelah timur maumere. Gunung dengan ketinggian 1.703 meter diatas permukaan laut ini kembali aktif pada tahun 2006 yang lalu setelah terakhir kali meletus pada tahun 1925. Pada 3 Januari 2016 siang, status gunung unu danik dari level II ke level III.


6

Gunung Krakatau

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa


7

Gunung Kelud

Gunung api yang satu ini terletak di Provinsi Jawa Timur yang merupakan perbatasan antara kabupaten Kediri, Blitar dan Malang yang berlokasi sekitar 27 km dari pusat kota Kediri. Gunung dengan ketinggian 1.731 mdpl ini sama halnya dengan gunung merapi, merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia.

Tercatat, guung Kelud telah meletus sebanyak 30 kali sejak tahun 1000M, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 VEI ( Volcanic Explosivity ) dan letusan terakhirnya pada tahun 2014 yang lalu.


8

Gunung Talang

gunung talang - Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia Hingga 2018
Photo via : www.gunungbagging.com

Gunung Talang (nama lainnya Salasi atau Sulasi) merupakan gunung berapi yang terletak terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Gunung Talang berlokasi sekitar 9 km dari kota Arosuka ibukota kabupaten Solok, dan sekitar 40 km sebelah timur kota Padang.

Gunung ini bertipe stratovolcano dengan ketinggian 2.597 m, merupakan salah satu dari gunung api aktif di Sumatra Barat, dan salah satu kawahnya menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Talang. Gunung Talang sudah pernah meletus sejak tahun 1833 sampai dengan tahun 2007

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted