Kalau kamu tumbuh di Indonesia sekitar tahun 2018, ada satu teriakan yang hampir pasti pernah nyangkut di kepala kamu selama berhari-hari. ‘Yoo yo ayo yo ayoo.’ Tiba-tiba saja keluar sendiri, entah saat lagi menunggu angkot, di sela jam pelajaran, atau waktu antre di kasir minimarket. Itu bukan jingle iklan. Itu bagian dari lagu Meraih Bintang yang dinyanyikan Via Vallen, dan dipakai sebagai tema resmi Asian Games 2018.

Melodi koplo-nya memang nempel. Tapi ada cerita lain yang bikin lagu ini layak dibahas ulang. Sebuah lagu dangdut dipilih jadi wajah pesta olahraga terbesar di Asia, disiarkan ke banyak negara, lalu dinyanyikan ulang dalam berbagai bahasa. Beberapa tahun kemudian, orang masih mengingatnya. Travis akan bedah liriknya, konteksnya, sampai kenapa banyak orang salah menyebut judulnya.

Kenapa Banyak Orang Salah Sebut Judulnya

Coba buka mesin pencari dan ketik ‘lagu setiap saat setiap waktu’. Kamu akan menemukan banyak orang yang mencari hal yang sama. Kalimat itu sebenarnya adalah baris pembuka Meraih Bintang, bukan judul lagunya.

Fenomena ini lumrah. Ketika sebuah lagu diputar terus-menerus di televisi dan radio, potongan pertama yang menempel di kepala biasanya berubah jadi ‘nama’ lagu itu buat banyak pendengar. Judul aslinya kalah populer dari liriknya sendiri. Ada juga yang mencarinya dengan kata kunci ‘lagu Asean Games’, padahal yang dimaksud adalah Asian Games. Dua nama yang mirip, tapi merujuk pada ajang yang berbeda.

Jadi kalau kamu dulu termasuk yang mencari lagu ini pakai kata ‘setiap saat setiap waktu’, tenang saja. Kamu tidak sendirian. Justru dari situ kelihatan kalau lirik pembuka sebuah lagu bisa lebih kuat daripada judul resminya.

Lirik Lengkap Meraih Bintang

Berikut lirik lengkapnya, seperti yang dinyanyikan Via Vallen untuk tema resmi Asian Games 2018.

Lirik lagu Meraih Bintang – Via Vallen Official Theme Song Asian Games 2018
Setiap saat setiap waktu
Keringat basahi tubuh
Ini saat yang kutunggu
Hari ini ku buktikan
Ku yakin aku kan menang
Hari ini kan dikenang
Semua do’a kupanjatkan
Sejarah ku persembahkan

Harus fokus satu titik
Hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar
Lampaui batas
Terus fokus satu titik
Hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar
Dan raih bintang

Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo
Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo yo yo wo oo
Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo
Yoo yo ayo yo ayoo

Kita datang kita lihat
Kita menang
Kalau menang berpretasi
Kalau kalah jangan frustasi
Kalau menang solidaritas
Kita galang sportivitas
Kalau menang berprestasi
Kalau kalah jangan frustasi
Kalau menang solidaritas
Kita galang sportivitas

Harus fokus satu titik
Hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar
Dan raih bintang

Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo
Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo yo yo wo oo
Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo
Yoo yo ayo yo ayoo

Kita datang kita lihat
Kita dukung

Harus fokus satu titik (Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo)
Hanya itu titik itu (Yoo yo ayo yo ayoo)
Tetap fokus kita kejar (yoo yo ayo yo yo wo oo)
Harus fokus satu titik (Yoo yo ayo yo ayoo yoo yo ayo)
Hanya itu titik itu (Yoo yo ayo yo ayoo)
Tetap fokus kita kejar (yoo yo ayo yo yo wo oo)
Dan raih bintang (Yoo yo ayo yo ayoo)

Baca Juga: Kumpulan Cover Lagu Meraih Bintang Via Vallen dalam 6 bahasa berbeda

Setelah membaca ulang, kelihatan kalau liriknya sengaja disusun sederhana. Tidak ada kata berbunga, tidak ada majas berlapis. Semua kalimat pendek, mudah dihafal, dan gampang diteriakkan bersama-sama.

Itu bukan kebetulan. Lagu tema pesta olahraga harus bisa dinyanyikan massal di stadion, oleh orang yang belum pernah latihan menyanyi. Kalau liriknya terlalu puitis, orang malas ikut. Kalau kalimatnya pendek dan berulang, semua orang bisa ikut teriak.

Perhatikan juga bagian akhir liriknya. Ada empat baris yang diulang dua kali, soal menang, kalah, prestasi, dan sportivitas. Bagian ini yang paling sering diingat setelah teriakannya.

Makna Bait Demi Bait

Bait pertama bicara soal proses. Keringat, waktu, dan keyakinan. Baris ‘setiap saat setiap waktu, keringat basahi tubuh’ menggambarkan latihan yang tidak pernah berhenti, jauh sebelum pertandingan dimulai. Tidak ada kamera di situ. Tidak ada penonton. Cuma kerja keras yang berulang setiap hari.

Lalu masuk ke bagian ‘harus fokus satu titik’. Ini bagian paling menarik buat travis. Dalam pertandingan, atlet bisa punya banyak gangguan: sorakan penonton, tekanan lawan, target medali, ekspektasi negara. Semua itu harus diringkas jadi satu titik saja. Kalau fokusnya pecah, semuanya berantakan.

Bagian ‘kalau menang berprestasi, kalau kalah jangan frustasi’ mungkin baris paling jujur di lagu ini. Tidak semua orang bisa menang. Liriknya tidak berpura-pura. Dia mengakui kekalahan sebagai kemungkinan, lalu menawarkan sikap yang lebih sehat: jangan frustasi, tetap junjung solidaritas dan sportivitas.

Untuk lagu yang dipakai di acara resmi, pesan seperti itu terasa segar. Lagu tema olahraga biasanya cuma bicara soal kemenangan dan kebanggaan. Lagu ini malah mengingatkan bahwa kalah itu bagian dari permainan, dan cara kita bersikap setelah kalah yang lebih menentukan.

Chord, Teriakan Ayo Yo, Dan Cara Lagu Ini Menempel

Kalau kamu pernah iseng mencari chord Meraih Bintang, kamu akan sadar kalau progresi akornya sederhana. Beberapa akor dasar yang gampang dijangkau pemula. Ini bikin lagu ini sering jadi bahan latihan gitar atau kibor di sekolah, komunitas musik jalanan, sampai acara kumpul keluarga.

Bagian ‘yoo yo ayo yo ayoo’ punya fungsi yang jelas. Teriakan itu bukan isian kosong. Dia memberi penonton bagian yang bisa dilakukan tanpa perlu hafal lirik. Fungsinya mirip sorakan penyemangat di pertandingan sepak bola: sederhana, berulang, dan menular.

Ada juga alasan kenapa lagu ini cepat menyebar. Versi koplo-nya punya tempo yang mendorong, cocok dipakai sebagai latar video pendek. Ketika platform video pendek tumbuh, potongan chorus lagu ini gampang dijadikan musik pengiring klip olahraga, tarian, sampai video kelulusan sekolah.

  • Judul asli: Meraih Bintang, bukan ‘Setiap Saat Setiap Waktu’.
  • Penyanyi: Via Vallen, dengan aransemen bernuansa dangdut koplo.
  • Konteks: Dipakai sebagai tema resmi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
  • Bagian paling diingat: teriakan ‘yoo yo ayo yo ayoo’ dan baris soal sportivitas.
  • Chord: cenderung sederhana, ramah buat pemula yang baru belajar.

Yang Tertinggal Setelah Asian Games

Pesta olahraga itu selesai, panggung dibongkar, sorakan mereda. Tapi lagu ini tinggal di tempat yang agak berbeda: daftar putar acara sekolah, video pertandingan amatir, karaoke keluarga, dan kepala orang-orang yang dulu menonton pertandingannya.

Ada satu hal yang bikin lagu ini bertahan. Pesannya tidak bergantung pada ajang tertentu. Soal fokus, usaha, dan sikap saat kalah tetap relevan buat orang yang tidak pernah menyentuh lapangan. Mahasiswa yang lagi mengejar sidang, pekerja yang lagi kejar tenggat, atau siapa pun yang sedang berjuang dengan hal kecil di hidupnya.

Travis cukup yakin, kalau lagu ini dirilis hari ini tanpa embel-embel Asian Games, dia tetap punya jalan sendiri. Mungkin lewat video pendek, mungkin lewat karaoke di acara kumpul keluarga. Sebab lagu yang gampang diteriakkan bersama selalu menemukan cara untuk kembali.

Jadi lain kali kamu iseng mencari ‘lirik lagu Meraih Bintang’ atau tiba-tiba menyenandungkan ‘yoo yo ayo yo ayoo’, ingat satu hal. Kamu sedang menyanyikan lagu yang pernah menyatukan penonton di dua kota, disiarkan ke banyak negara, dan tetap nyangkut di kepala orang Indonesia bertahun-tahun setelah lampu stadion padam.


Pemberitahuan/Notice: Situs ini tidak menyediakan Download Mp3 dari lagu yang ada. Kami hanya menulis lirik dan informasi tentang musik, penyanyi, dan musisi terkait. Semua karya baik lagu, musik maupun lirik dari lagu ini adalah sepenuhnya hak cipta dari pemiliknya dan pihak yang terkait seperti penulis, artis/penyanyi, dan label yang bersangkutan. Semua lirik disediakan oleh Travis hanya untuk tujuan pendidikan dan penggunaan pribadi saja. Untuk menghargai hak cipta dan karya para musisi, mari kita membeli CD / DVD MP3 yang asli.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted