Kalau kamu menonton Naruto Shippuden sampai tamat, kamu pasti ingat bahwa Perang Dunia Shinobi Keempat bukan perang biasa. Ini perang yang menelan banyak nama. Neji Hyuga mati melindungi Naruto dan Hinata. Ayah Shikamaru, Shikaku Nara, tewas di markas komando bersama Inoichi Yamanaka, ayah Ino. Bagi banyak orang yang tumbuh bersama seri ini, daftar kematian itu terasa seperti kehilangan pribadi.

Tapi ada pertanyaan yang sampai sekarang masih sering muncul di kolom komentar dan forum penggemar. Kemana mayat Madara setelah perang usai? Apakah Obito benar-benar mati? Apakah Kabuto ikut tewas? Travis merangkum nasib keempat musuh utama itu, plus sedikit catatan soal mengapa akhir mereka terasa begitu berbeda satu sama lain.

Perang Yang Dimulai Dari Meja Pertemuan Lima Kage

Semua bermula dari deklarasi Tobi, yang belakangan diketahui sebagai Uchiha Obito, di depan pertemuan lima Kage. Ia datang membawa klaim soal rencana mata bulan dan niat mengumpulkan semua bijuu. Deklarasi itu bukan gertakan kosong. Dalam waktu singkat, aliansi shinobi dibentuk, dan garis depan perang pun terbuka.

Yang membuat perang ini menarik adalah lapisan musuhnya yang bertingkat. Di permukaan ada Obito dan pasukan Zetsu putih. Di belakang layar ada Yakushi Kabuto, yang menawarkan jasa pasukan kebangkitan lewat teknik Edo Tensei. Lalu ada Madara Uchiha, yang dibangkitkan Kabuto dan seharusnya jadi kartu as. Dan di lapisan paling dalam, ada Kaguya Otsutsuki, sosok yang bahkan Madara sendiri tidak sadar sedang dimanfaatkan.

Empat nama itu yang kemudian jadi pusat cerita. Dua tewas di medan perang. Satu tewas setelah hampir menjadi dewa. Satu lagi justru selamat dan membangun ulang hidupnya dari nol. Terdengar ironis, tapi begitulah cara penulisnya menutup cerita.

Yakushi Kabuto, Satu-Satunya Musuh Yang Pulang Hidup

kabuto yakushi sage mode - Nasib Akhir Madara dan Musuh Besar di Perang Shinobi 4

Kabuto merupakan satu satunya musuh yang tidak mati dalam perang ninja ke 4. Setelah terjebak dalam Izanami milik Itachi, Kabuto berubah menjadi orang yang baik dan menyadari semua kesalahannya. Ia ya

Kabuto adalah pengecualian dari hampir semua aturan perang. Ia tidak mati. Setelah terjebak dalam Izanami yang dipasang Itachi Uchiha, ia berhenti menjadi ancaman. Genjutsu itu tidak membunuh korbannya, melainkan memaksa mereka menerima kenyataan tentang diri sendiri, dan bagi Kabuto proses itu berulang sampai ia benar-benar berubah.

Perubahan itu punya dampak nyata pada jalannya cerita. Kabuto yang menemukan Sasuke dalam kondisi sekarat setelah ditusuk Madara, lalu menyembuhkannya. Tanpa tindakan itu, alur di akhir perang akan sangat berbeda. Seorang mantan anak buah Orochimaru, yang dulu penuh ambisi menjadi sosok sempurna, memilih menyelamatkan nyawa orang yang dulu jadi targetnya.

Nasibnya sempat menggantung karena setelah perang ia lama tidak muncul. Baru kemudian Orochimaru memberi tahu Sasuke bahwa Kabuto mengelola sebuah panti asuhan. Di Naruto Gaiden, ia terlihat bekerja bersama Urushi, kakak angkatnya, merawat anak-anak yang tidak punya tempat kembali. Penutup yang sederhana, tapi tepat untuk karakter yang sepanjang hidupnya mencari jati diri.

Obito Dan Madara, Dua Cara Mati Yang Bertolak Belakang

Obito mati setelah membantu tim tujuh melawan Kaguya. Ia sempat meminjamkan kedua matanya pada Kakashi, lalu tubuhnya perlahan hancur seperti debu. Dalam adegan itu ia bertemu Rin, dan penonton dibiarkan menebak sendiri apakah itu kenyataan atau hanya keinginan terakhirnya. Bagi banyak penggemar, ini penutup yang menyakitkan sekaligus melegakan.

Arti Uchiha Obito dalam cerita juga sering dibahas penggemar. Ia sosok yang selalu merasa tidak lengkap, dikira mati saat masih kecil, tumbuh dalam bayang-bayang Madara, lalu menghabiskan sisa hidupnya mengejar dunia yang menurutnya ideal. Nama dan latar belakangnya dipakai cerita untuk menggambarkan orang yang tertinggal di belakang, dan itu terasa pas dengan jalan hidupnya.

Madara mati dengan cara berbeda. Setelah Kaguya disegel, ia terbaring di tanah, tubuhnya kembali seperti manusia biasa yang sekarat. Hashirama, sahabat sekaligus lawannya seumur hidup, ada di sana saat ia menghembuskan napas terakhir. Ia mati tanpa benar-benar mengakui kesalahannya, tapi juga tanpa sempat melihat dunia yang ia bayangkan.

Kemana Mayat Madara Setelah Perang Shinobi Keempat?

Ini pertanyaan yang paling sering dicari. Jawabannya membosankan sekaligus menarik: anime dan manga tidak pernah menunjukkan pemakaman Madara. Tidak ada adegan penguburan, tidak ada upacara, tidak ada penanda kuburan. Setelah ia menghembuskan napas terakhir, cerita bergerak ke bagian lain.

Bagi sebagian penggemar, ini bukan kebetulan. Madara adalah sosok yang tubuhnya berkali-kali berpindah tangan, mulai dari dibangkitkan lewat Edo Tensei, dihidupkan kembali dengan Rinne Tensei, sampai akhirnya menjadi wadah Kaguya. Tidak adanya kuburan terasa seperti kelanjutan logis dari hidupnya yang selalu lepas kendali.

Travis sendiri membaca ini sebagai pilihan naratif yang disengaja. Dengan tidak memberi Madara tempat peristirahatan, cerita membiarkan sosoknya tetap jadi hantu sejarah. Ia dikenang bukan lewat batu nisan, melainkan lewat warisan klan Uchiha dan konflik panjang yang ia tinggalkan di dunia shinobi.

Yang Tertinggal Setelah Perang Usai

Perang berakhir di penghujung Naruto Shippuden, sebelum rangkaian episode epilog yang menampilkan kehidupan setelahnya. Kalau kamu mencari akhir Perang Dunia Shinobi Keempat, kamu akan menemukannya di bagian akhir seri, tepat sebelum cerita bergerak ke masa damai dan generasi berikutnya.

Berikut rangkuman singkat nasib para tokoh kuncinya:

  • Kabuto: selamat, berubah, dan mengelola panti asuhan bersama Urushi.
  • Obito: tewas setelah membantu melawan Kaguya, tubuhnya hancur seperti debu.
  • Madara: tewas setelah Kaguya keluar dari tubuhnya, dan tidak pernah dikuburkan dalam cerita.
  • Kaguya Otsutsuki: disegel bersama Zetsu hitam ke dimensi lain.
  • Shikaku Nara dan Inoichi Yamanaka: tewas di markas komando, dikenang sebagai pahlawan aliansi.

Kematian Shikaku sekaligus menjawab satu pertanyaan lain yang juga sering dicari: apakah ayah Shikamaru mati? Ya, ia mati. Bagi Shikamaru, kehilangan itu jadi titik balik. Ia yang tadinya paling malas di antara semua karakter, justru harus mengambil peran ayahnya di meja strategi.

Hal serupa berlaku pada Neji, yang kepergiannya jadi pemicu Naruto untuk benar-benar memegang jalan yang ia yakini. Dua kematian ini membuat Perang Dunia Shinobi Keempat terasa seperti luka yang harus dijahit, bukan pesta kemenangan yang bersih tanpa bekas.

Jadi kalau kamu bertanya apakah Madara sudah mati, apakah Obito mati, jawabannya ya untuk keduanya. Tapi pertanyaan yang lebih menarik adalah kenapa akhir mereka terasa begitu tidak memuaskan. Cerita ini tidak memberi penjahatnya penutup yang rapi. Ia memberi mereka akhir yang manusiawi, dan itu justru alasan kenapa kita masih membicarakannya bertahun-tahun setelah seri tamat.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted