Kamu pernah nggak, lagi asyik memutar lagu, tiba-tiba temanmu menyahut, “Itu K-pop ya?” Padahal yang keluar dari pengeras suara jelas-jelas lagu Jepang. Atau kebalikannya: kamu sedang mendengar grup Korea, tapi ada yang menyebutnya J-pop karena suaranya terdengar lembut. Kejadian seperti ini sering muncul, khususnya buat kamu yang belum terlalu dalam mengikuti dua industri musik ini.

J pop - Bedanya K-pop dan J-pop: Dua Dunia yang Beda

Wajar kalau bingung. Keduanya datang dari Asia Timur, keduanya punya idola yang tampil rapi, keduanya punya penggemar yang rela mengantre tiket berjam-jam. Dari luar, kemasannya mirip. Begitu kamu masuk lebih dalam, ternyata keduanya dibangun dengan cara yang sangat berbeda.

K pop - Bedanya K-pop dan J-pop: Dua Dunia yang Beda

Travis coba membedah keduanya dari sisi yang mungkin belum kamu sadari. Lewat cara dua industri ini berpikir, memasarkan, dan menempatkan musik di dalamnya.

Apa Itu J-pop dan Apa Itu K-pop

Mulai dari definisi paling dasar. K-pop adalah singkatan dari Korean pop, sedangkan J-pop adalah singkatan dari Japanese pop. Sekilas sederhana, tapi keduanya menyimpan makna yang tidak persis sama.

Di Korea Selatan, K-pop dipakai untuk menyebut musik populer yang diproduksi secara sistematis oleh perusahaan hiburan, dinyanyikan oleh grup atau penyanyi yang dilatih bertahun-tahun sebelum tampil pertama kali. Kata pop di situ mencakup hampir semua yang masuk tangga lagu, dari musik dansa, balada, sampai rap.

Di Jepang, istilah J-pop awalnya lebih sempit. Istilah ini mulai dipakai sekitar akhir dekade 1980-an untuk membedakan musik pop lokal dari musik impor. Seiring waktu, cakupannya melebar sampai mencakup hampir semua musik populer Jepang, termasuk lagu tema anime, lagu grup idola, dan band rock yang sebenarnya jauh dari kesan manis.

Pertanyaan yang sering muncul: apakah K-pop termasuk genre musik? Jawabannya agak rumit.K-pop lebih tepat disebut label industri daripada genre. Di dalamnya ada banyak genre, mulai dari dansa elektronik, balada, sampai hip hop. Yang menyatukan semuanya bukan bunyi, tapi cara produksi dan cara memasarkannya.

Sementara itu, sering juga muncul pertanyaan soal C-pop.C-pop adalah istilah untuk musik populer berbahasa Mandarin yang berkembang di Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong. Jadi kalau kamu mendengar istilah C-pop, J-pop, dan K-pop berdampingan, yang dibicarakan sebenarnya tiga wilayah dengan tiga mesin industri yang berbeda.

Sejarah Singkat Keduanya

Di Korea Selatan, titik baliknya terjadi pada awal dekade 1990-an. Sebuah grup bernama Seo Taiji and Boys merevolusi musik negara itu dengan mencampur rap, rock, dan koreografi dansa dalam satu panggung. Sebelum mereka, musik populer Korea didominasi balada yang lembut. Setelah mereka, aturan berubah.

Dari sana, perusahaan hiburan mulai membangun sistem pelatihan yang tertata. Anak-anak muda dikumpulkan lewat audisi, dilatih vokal dan dansa, ditempatkan di asrama, lalu dinilai berkala. Yang lolos akhirnya tampil sebagai grup. Pola ini yang kemudian menular ke generasi berikutnya dan menjadi ciri khas industri.

Jepang punya jalur yang lebih panjang dan berkelok. Akar musik populer Jepang bisa ditarik sampai masa sebelum perang, lalu berkembang lewat penyanyi pop dekade 1970-an dan 1980-an. Industri idola di sana tumbuh lewat sekolah khusus, acara televisi, dan grup besar beranggotakan puluhan orang yang justru dibagi ke dalam beberapa tim kecil.

Perbedaan umur ini penting. K-pop sebagai sistem yang kita kenal sekarang relatif muda dan rapi. J-pop lebih tua, dan karena itu bentuknya lebih beragam, kadang susah dijelaskan dengan satu kalimat.

Cara Industri Menempa Idola

Ini bagian yang paling sering bikin orang salah paham. Banyak yang mengira semua penyanyi J-pop juga melewati sistem pelatihan seketat di Korea. Kenyataannya tidak.

Di Korea Selatan, jalurnya cenderung satu pintu. Audisi, pelatihan, evaluasi, tampil. Kalau kamu gagal di tahap tertentu, kamu keluar. Sistem ini memang efektif menghasilkan penampil yang serba bisa, tapi juga dikenal berat secara mental.

Di Jepang, jalurnya banyak. Ada yang masuk lewat sekolah idola besar. Ada yang memulai dari panggung jalanan dan mengunggah lagu sendiri. Ada juga yang sudah aktif sebagai musisi sebelum akhirnya masuk perusahaan rekaman besar. Seorang penyanyi bisa terkenal tanpa pernah melewati ruang latihan yang sama setiap hari.

Beberapa poin yang bisa merangkum perbedaan sistemnya:

  • Korea Selatan cenderung menyatukan pelatihan vokal, dansa, bahasa, dan penampilan dalam satu program.
  • Jepang memberi ruang lebih besar untuk musisi yang menulis lagunya sendiri.
  • Grup idola Jepang sering beranggotakan banyak orang dan dibagi ke beberapa tim.
  • Korea Selatan lebih menekankan keseragaman penampilan grup saat tampil.
  • Jepang lebih longgar soal peran, kadang satu orang lebih menonjol dari yang lain.

Bunyi Musik dan Cara Lagu Dibuat

Kalau kamu dengarkan K-pop, telingamu langsung disambut produksi yang padat. Ada bagian rap di tengah lagu, ada bagian dansa yang bunyinya dibuat supaya gerakan terlihat pas, dan bagian reff yang sengaja dibuat besar supaya mudah diingat. Lagu biasanya dikerjakan banyak penulis dari berbagai negara, lalu dipilih oleh tim perusahaan.

J-pop sering bergerak dengan logika lain. Banyak lagunya lahir dari kebutuhan cerita, misalnya mengiringi anime atau drama. Penyanyi dan penulis lagu sering jadi satu orang. Ada juga yang menulis untuk dirinya sendiri sejak awal, jadi suaranya lebih personal dan tidak selalu dibentuk untuk panggung besar.

Bukan berarti salah satu lebih bagus. Ini soal tujuan. K-pop dibangun untuk menghantam, untuk menyebar cepat, untuk diputar di stadion. J-pop dibangun untuk menemani, untuk jadi latar cerita, untuk diingat saat kamu sedang pulang malam.

Bahasa dan Cara Bercerita

K-pop hampir selalu berbahasa Korea, tapi versi Jepang dan Inggris juga sering dirilis untuk menjangkau penggemar di luar negara asalnya. Tema liriknya berputar di sekitar kepercayaan diri, cinta, persahabatan, dan kadang kritik sosial yang dibungkus rapi.

J-pop hampir selalu berbahasa Jepang, bahkan ketika lagunya mendunia. Liriknya sering puitis, banyak memakai gambaran musim, cuaca, dan kejadian kecil sehari-hari. Kalau kamu tidak paham bahasanya, lagu itu bisa terdengar ceria padahal isinya soal kehilangan.

Ada satu hal yang sering luput. K-pop dan J-pop sama-sama memakai bahasa asing bagi pendengar Indonesia, tapi cara mereka masuk ke telinga kita beda. K-pop biasanya masuk lewat bagian reff yang mudah dihafal meski artinya belum dipahami. J-pop lebih sering masuk lewat suasana, lewat nada yang menempel di kepala setelah menonton sebuah animasi.

Penggemar, Penampilan, dan Panggung

Basis penggemar K-pop terkenal sangat terorganisir. Ada jadwal memutar lagu bersama-sama, ada pembelian album massal, ada persaingan antar penggemar yang kadang lebih ramai dari beritanya sendiri. Warna resmi, alat lampu panggung, dan nama penggemar jadi identitas yang dijaga betul.

Penggemar J-pop punya budaya yang tidak kalah khas. Di konser grup idola, penonton punya aturan sendiri soal sorakan, soal kapan mengangkat tangan, soal larangan memotret. Ada rasa hormat yang kental pada aturan panggung, dan itu jadi bagian dari pengalamannya.

Soal penampilan, K-pop cenderung mengarah ke gaya yang bersih, tajam, dan sering berubah mengikuti konsep tiap perilisan. J-pop lebih bebas, kadang sengaja tidak rapi, kadang sengaja aneh. Perbedaan ini bukan soal selera, tapi soal siapa yang mereka ingin sapa.

Lalu ada C-pop yang belakangan ikut naik. C-pop adalah dunia tersendiri dengan pasar raksasa di Tiongkok, dan banyak penyanyinya juga menembus Jepang dan Korea. Kalau tiga industri ini terus saling silang, batas antara keduanya bisa jadi makin kabur di masa depan.

Jadi, Mana yang Kamu Pilih

Membedakan K-pop dan J-pop sebenarnya bukan soal mana yang lebih bagus. Yang satu tumbuh dari sistem yang ketat dan terukur, yang satu tumbuh dari tradisi yang lebih tua dan lebih liar bentuknya. Keduanya menghasilkan lagu yang bisa bikin kamu menangis di angkutan umum, hanya dengan cara yang berbeda.

Kalau kamu baru mulai, coba dengar lima lagu dari masing-masing kubu tanpa melihat negaranya dulu. Tebak asalnya. Sering kali kamu salah, dan di situlah keseruannya.

Dan kalau masih ada yang bilang K-pop dan J-pop itu sama, kamu sudah punya jawabannya sekarang.

Baca juga: Fandom K-pop: Mengenal Fanbase dari Grup K-pop Populer.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted