TWICE Jadi Versi Anime Garapan Sutradara Love Live
Bayangkan wajah para anggota TWICE digambar ulang dengan garis khas animasi Jepang. Mata besar, rambut berkilau, gerakan menari yang sedikit dilebih-lebihkan. Itulah gambaran yang langsung muncul begitu kabar soal versi anime TWICE mencuat. Seorang sutradara yang namanya melekat pada proyek Love Live disebut menggarapnya. Bagi penggemar musik Korea dan penonton animasi Jepang, kabar ini terasa seperti dua dunia yang akhirnya bertemu.

Travis sendiri cukup terkejut dengan ramainya pembicaraan ini. Selama ini jarak antara industri idola Korea dan industri animasi Jepang memang tidak pernah benar-benar rapat. Ada tembok selera, tembok pasar, dan tembok budaya. Ketika seorang sutradara yang paham betul cara membangun adegan pertunjukan panggung akhirnya menyentuh materi TWICE, hasilnya jadi bahan spekulasi panjang.

Untuk memahami kenapa ini menarik, kita perlu melihat dua hal sekaligus: perjalanan TWICE lewat lagu-lagu mereka, dan apa sebenarnya anime sebagai sebuah medium.

TWICE dan Candy Pop, Titik Temu Dua Dunia
Bagi kamu yang mengikuti TWICE sejak masa-masa awal, nama Candy Pop pasti menempel kuat di ingatan. Lagu ini menjadi single kedua dari girlband Korea tersebut. Versi digitalnya dirilis pada Jumat 12 Januari 2018. Sementara itu, penggemar yang ingin memegang CD fisiknya harus menunggu lebih lama, karena CD fisik single kedua TWICE baru mulai dipasarkan pada 7 Februari 2018.
photo via: i.ytimg.com
Jeda hampir satu bulan antara rilis digital dan rilis fisik itu dulu sempat bikin penggemar gelisah. Mereka sudah bisa memutar lagunya di layanan musik, tapi belum bisa menyimpan bentuk fisiknya di rak. Pola seperti ini sebenarnya lazim di industri musik Asia Timur saat itu. Rilis digital dipakai untuk membangun momentum, lalu rilis fisik datang sebagai penutup yang menargetkan kolektor.
Yang membuat Candy Pop menarik untuk dibahas dalam konteks adaptasi anime adalah warna lagunya. Ceria, penuh energi, dan punya imaji visual yang kuat. Lagu seperti ini seolah sudah setengah jalan menuju bentuk animasi. Tinggal diberi gambar bergerak, dan jadilah adegan pembuka yang hidup.
Apa Sebenarnya Anime Itu
Sebelum jauh membahas adaptasi, ada baiknya kita samakan dulu pengertiannya. Menurut keterangan yang dirangkum di Wikipedia bahasa Indonesia, anime adalah animasi asal Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime sendiri merupakan singkatan dari animation dalam bahasa Inggris, dan merujuk pada semua jenis animasi.
Menariknya, ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa anime merupakan bentuk baru dari orientalisme. Pendapat ini bukan tanpa dasar. Cara anime menampilkan Jepang, entah lewat latar kota, sekolah, atau ritual sehari-hari, sering kali membentuk cara orang luar memahami negara tersebut. Jadi anime tidak pernah benar-benar netral. Ia selalu membawa sudut pandang.
Anime pertama yang mencapai kepopuleran luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada 1963. Sejak titik itu, anime terus berkembang. Kalau dulu gambarannya sederhana, sekarang grafisnya sudah jauh lebih maju, dan alur ceritanya juga semakin beragam. Masyarakat Jepang, dari anak-anak sampai orang dewasa, sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Mereka menganggap anime sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Antusiasme itu pula yang membuat beberapa televisi kabel jadi terkenal karena film kartunnya, seperti Cartoon Network dan Nickelodeon yang mengekspor kartun mereka. Anime pun berubah menjadi bisnis yang menggiurkan. Sayangnya, tidak semua pihak memanfaatkannya dengan cara yang sehat.
Animator, Seniman Bayangan di Balik Layar
Pembuat anime disebut animator. Mereka bekerja di sebuah studio untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam studio itu, ada beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan karya berkualitas. Kedengarannya rapi, tapi kenyataannya tidak selalu seindah hasil akhirnya.
Sangat disayangkan, gaji para animator tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat sebagian dari mereka enggan bekerja secara profesional. Mereka merasa upah yang diterima tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Karena itu, para animator sering disebut sebagai seniman bayangan. Mereka bekerja seperti seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya, tapi namanya jarang disebut penonton.
Ada lagi masalah pembajakan. Pembajakan mempersulit para animator untuk mendapatkan keuntungan penuh dari hasil kerja keras mereka. Meski begitu, beredar juga kabar yang menyebut ada pihak produsen anime yang sengaja menyebarluaskan karya mereka di luar jalur perdagangan resmi dengan tujuan mempopulerkan hasil karyanya. Entah itu strategi atau pembenaran, yang jelas praktik seperti ini membuat industri bergerak di garis tipis.
Konteks ini penting untuk diingat setiap kali kita menikmati adaptasi anime dari grup idola. Di balik setiap adegan menari yang mulus, ada banyak tangan yang bekerja dengan bayaran tidak sepadan.
Korea Selatan dan Ciri Anime yang Menular
Lalu bagaimana dengan Korea Selatan? Menurut catatan yang sama, ada pihak yang membuat karya serupa atau bahkan mungkin meniru ciri anime, misalnya Korea Selatan dan beberapa negara Asia lain. Ini bukan hal baru. Gaya visual anime memang mudah menular karena sederhana untuk ditiru, tapi sulit untuk dikuasai sepenuhnya.
Di sinilah letak ketertarikan pada proyek versi anime TWICE. Ketika seorang sutradara yang tumbuh di tradisi animasi Jepang menggarap grup Korea, yang muncul tidak melulu peniruan. Ada proses perpaduan. Cara anime menggambar gerakan, memilih warna, dan menata tempo cerita akan bertemu dengan bahasa visual industri idola Korea yang serba presisi.
Kita bisa menebak beberapa hal yang bakal jadi perhatian:
- Bagaimana koreografi TWICE diterjemahkan jadi gerakan gambar yang tidak kaku.
- Apakah wajah tiap anggota tetap bisa dibedakan dengan jelas dalam gaya anime.
- Seberapa besar porsi cerita dibanding porsi pertunjukan panggung.
- Apakah nuansa lagu seperti Candy Pop tetap terasa ceria di layar.
- Bagaimana sutradara menjaga keseimbangan antara penggemar lama dan penonton baru.
Daftar itu belum bisa dijawab sekarang. Tapi justru ketidakpastian itulah yang membuat proyek semacam ini selalu dinanti.
Kenapa Adaptasi Ini Layak Ditunggu
Ada alasan sederhana kenapa kabar versi anime TWICE cepat menyebar. Penggemar idola Korea dan penonton anime Jepang sering kali adalah orang yang sama. Mereka tumbuh dengan dua hal itu berdampingan. Jadi begitu ada proyek yang menyatukan keduanya, rasanya seperti ada yang akhirnya menyambung.
Selain itu, adaptasi anime memberi ruang yang tidak dimiliki video musik biasa. Video musik dibatasi durasi dan anggaran. Anime bisa membangun dunia. Ia bisa menceritakan latihan di balik panggung, momen sebelum konser, atau hal-hal kecil yang tidak pernah terlihat kamera. Untuk grup dengan sejarah panjang seperti TWICE, ruang itu berharga.
Tentu saja ada risiko. Penggemar punya bayangan masing-masing soal bagaimana idolanya seharusnya digambar. Kalau hasilnya meleset, kritik akan datang cepat. Tapi risiko itu selalu ada di setiap adaptasi, dan bukan alasan untuk tidak mencoba.
Yang jelas, cerita soal Candy Pop dan rilis 2018 silam sekarang terasa seperti babak awal. Dari single digital yang menunggu CD fisiknya, sampai kabar adaptasi anime bertahun-tahun kemudian, perjalanan TWICE memang penuh kejutan. Kalau sutradara Love Live benar-benar menyelesaikan proyek ini, kita sedang menonton pertemuan dua dunia yang selama ini berjalan bersisian.
Dan buat kamu yang belum pernah menonton anime, ini bisa jadi pintu masuk yang menyenangkan. Siapa tahu setelah menonton versi animasinya, kamu jadi penasaran menelusuri lebih jauh soal dunia animasi Jepang, termasuk mereka yang bekerja di baliknya tanpa banyak dikenal.
Nayeon


Jeongyeon


Momo


Sana


Jihyo


Mina


Dahyun


Chaeyeong


Tyuzu


Gimana? Cute dan manis bangut kan perubahan transformasi masing-masing member “TWICE” menjadi tokoh anime. Untuk lebih lengkapnya, yuk cek video single terbaru Twice yang berjudul “Candy Pop” :
Baca Juga :
25 Drama Korea Paling Romantis dan Terbaik Sepanjang Masa yang Pastinya bikin Mupeng
Fakta Unik dan Menarik serta Profile Member Dari “Wanna One”
14 Fakta Unik dan menarik SNSD yang wajib kamu ketahui
Jadwal Anime Musim dingin (Winter) Januari 2018 yang Wajib Kamu Tonton