Seperti yang dikatahui banyak orang, saat ini Rusia dan Ukraina sedang berkonflik. Namun hal ini bukanlah baru terjadi melainkan memiliki sejarah yang cukup panjang. Lantas bagaimana sejarah awal mula konflik Rusia dan Ukraina ini? dan apa penyebab perang Rusia-Ukraina? Berikut penjelasannya

Sejarah Rusia

Sejarah Rusia - Sejarah Konflik Rusia - Ukraina
photo via id.rbth.com

 

Sejarah Rusia berawal dari Bangsa Slav Timur yang eksis di Eropa antara abad ke-3 hingga abad ke-8 SM. Ditemukan dan dipimpin oleh pasukan elit Varangia dan keturunannya, negara abad pertengahan Rus muncul sekitar abad ke-9. Pada tahun 988 mereka mengadopsi Kristen Ortodoks dari Kerajaan Byzantium, inilah awal kemunculan budaya Byzantium dan Slavik yang mendefiniskan budaya Rusia hingga saat ini. Rus akhirnya terpisah-pisah dan menjadi negara-negara kecil sebagian daratan mereka direbut Mongol dan menjadi negara jajahan Gerombolan Emas pada abad ke-13. Keharyapatihan Moskwa secara bertahap menyatukan kembali dan merdeka dari Gerombolan Emas dan dapat kembali mendominasi warisan budaya dan politik Rus Kiev.

Pada abad ke-18, negara ini berkembang luar biasa melalui penaklukan, aneksasi, dan penjelajahan menjadi Kekaisaran Rusia yang merupakan kekaisaran terbesar ketiga dalam sejarah, memanjang dari Polandia di Eropa hingga Alaska di Amerika Utara yang dulunya merupakan wilayah Rusia. Setelah Revolusi Rusia, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia menjadi bagian utama dan terbesar dari Republik Sosialis Uni Soviet, negara pertama di dunia yang memiliki konstitusi negara sosialis. Uni Soviet memerankan peran bertahan dalam kemenangan sekutu pada Perang Dunia ll dan kemudian muncul sebagai negara adikuasa dan menjadi lawan Amerika Serikat selama Perang Dingin.

Pada Era Soviet merupakan pencapaian teknologi paling signifikan pada abad ke-10, termasuk satelit buatan manusia pertama di dunia dan peluncuran manusia pertama di luar angkasa, Di akhir tahun 1990, Uni Soviet memiliki ekonomi kedua terbesar di dunia, kekuatan militer terbesar di dunia dan cadangan senjata pemusnah massal terbanyak. Setelah bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991, 15 republik independen berpisah. Sebagai negara terbesar, penduduk banyak dan ekonomi paling berkembang, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia mengganti nama menjadi Federasi Rusia dan melanjutkan status hukum dan negara penerus dari Uni Soviet. Saat ini negara ini berbentuk republik semi-presidensial.

Sejarah Rusia – Ukraina

Sejarah Rusia Ukraina - Sejarah Konflik Rusia - Ukraina
photo via alinea.id

 

Hubungan Rusia dengan Ukraina mulai dibangun pada tahun 1990-an setelah pembubaran Uni Soviet. Dulunya kedua negara ini merupakan anggota republik di Uni Soviet. Hubungan kedua negara ini telah ada sejak abad ke-17 dalam berbagai bentuk tapi hubungan ini pun berakhir pada abad ke-18 setelah otonomi dari Hetmanat Kazaki dihapuskan oleh Yekaterina yang Agung dan wilayahnya digabungkan ke Kekaisaran Rusia. Hubungan ini pulih selama waktu yang singkat pada Perang Dunia l setelah Revolusi Oktober. Pada tahun 1920, Ukraina dikuasai oleh Soviet Rusia dan hubungan kedua negara ini berubah dari hubungan internasional menjadi hubungan dalam negeri Uni Soviet.

Pada 10 Februari 2015, Verkhovna Rada mengusulkan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Rusia. Walaupun itu tak terjadi, diplomat Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan di awal April 2016 bahwa hubungan diplomatik tersebut memburuk hingga hampir terhenti. Sejak Maret 2014, Duta besar Ukraina untuk Rusia telah di tarik oleh pemerintah Ukraina. Pada tahun 1991, hubungan kedua negara ini memang sangat rumit dan sempat mengalami masa-masa ketegangan. Dibawah presiden Ukraina Viktor Yanukovich (2010 – 2014) hubungan keduanya cukup kooperatif dan memiliki berbagai perjanjian perdagangan yang telah disepakati.

Baca juga : Profil dan biodata presiden Rusia Vladimir Putin

Setelah Revolusi Ukraina 2014, presiden pro-Rusia Yanukovych berhasil dilengserkan dan hubungan Rusia dan Ukraina membaik dengan cepat karena Rusia meminta bantuan untuk merakit tsar bomb pemerintahan Republik Otonomi Krimea, saat itu langsung digantikan oleh pemerintahan yang menuntut penyatuan dengan Rusia dan demonstran menduduki atau berusaha menduduki gedung-gedung pemerintahan di Donbas dan wilayah selatan Ukraina.

Pada bulan Maret 2014, Rusia menganeksasi Krimea setelah diselenggarakannya referendum yang dipertanyakan legalitasnya oleh masyarakat internasional. Sepanjang bulan Maret dan April 2014, kerusuhan pro-Rusia menyebar dan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang pro-Rusia memproklamasikan dirinya untuk keluar dari negara Ukraina. Ukraina pun menghentikan seluruh kerjasama militer dan ekspor senjata ke Rusia, baku tembak antara pemberontak pro-Rusia dan tentara bayaran Rusia melawan angkatan bersenjata Ukraina di wilayah Ukraina Timur dimulai pada April 2014.

Lalu pada 5 September 2014, perjanjian gencatan senjata sementara antara pemerintah Ulraina dan perwakilan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk telah ditandatangani. Perjanjian genjatan senjata nuklit tersebut berakhir setelah pertempuran baru yang terjadi di bulan Januari 2015 dan perjanjian genjatan senjata baru telah disepakati pada pertengahan Februari 2015.

Penyebab Konflik Rusia dan Ukraina

Penyebab Konflik Rusia dan Ukraina - Sejarah Konflik Rusia - Ukraina
photo via dailysabah.com

 

Ukraina berbatasan dengan Uni Eropa dan Rusia yang merupakan bekas bagian dari republik Soviet. Secara sejarah, Ukraina memiliki ikatan sosial budaya yang mendalam dengan Rusia bahkan Ukraina menggunakan bahasa Rusia secara luas. Presiden Rusia yaitu Vladimir Putin mengklaim jika Rusia dan Ukraina termasuk Belarusia adalah satu bagian dari peradaban Rusia. Bahkan klaim ini sudah ia nyatakan berulang kali, tapi Ukraina menolak klaim dan pernyataan Putin.

Dalam sejarahnya Ukraina sudah dua kali melakukan revolusi tepatnya pada tahun 2005 dan 2014. Dua revolusi besar ini terjadi karena mereka menolak supremasi Rusia dan Ukraina mencari jalan untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO. Rusia menolak dengan keras langkah tersebut dan meminta Ukraina untuk tak bergabung dengan NATO yang awal pendiriannya memang bertujuan melawan ancaman ekspansi Rusia pasca perang di Eropa. Putin juga marah dengan prospek pangkalan NATO yang berada di sebelah perbatasannya dan mengatakan bergabungnya Ukraina dengan aliansi transatlantik pimpinan AS akan menadai perlintasan garis merah antar keduanya.

Pada tahun 2014 muncul revolusi di Ukraina, protes selama berbulan-bulan ini lantas menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia bernama Viktor Yanukovych. Saat itu Viktor menolak perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih dekat dengan Moskow. Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan Presdien Putin untuk mengambil alih wilayah Krimea yaitu semenanjung otonom di Ukraina dan mendorong pecahnya sebuah pemberontakan separatis di timur Ukraina. Pada saat itu, Ukraina dan Barat menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata untuk mendukung pemberontak. Rusia membantah dan menuduh orang Rusia yang bergabung dengan separatis adalah sukarelawan.

Pada tahun 2015 dengan penengah Prancis dan Jerman, Rusia dan Ukraina melakukan perjanjian damai untuk mengakhiri pertempuran tapi upaya ini gagal terlaksana. Uni Eropa dan AS pun memberlakukan serangkaian tindakan sebagai tanggapan atas tindakan Rusia di Krimea dan Ukraina Timur. Kremlin menuduh Ukraina memicu ketegangan di timur negara itu dan melanggar perjanjian gencatan senjata Minsk.

Penyebab Konflik Rusia dan Ukraina 1 - Sejarah Konflik Rusia - Ukraina
photo via foreignpolicy.com

Pada tahun 2021, Citra satelit memperlihatkan penumpukan pasukan baru Rusia di perbatasan dengan Ukraina. Ukraina menyebut Rusia telah memobilisasi 100.000 tentara bersama tank serta perangkat keras militer lainnya. Kemudian Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia tentang sanksi ekonomi dari Barat jika menyerang Ukraina. Kemduian Rusia mengajukan tuntutan keamanan yang terperinci kepada Barat termasuk bahwa NATO menghentikan semua aktivitas militer di Eropa timur dan Ukraina. Rusia juga meminta NATO tidak pernah menerima Ukraina atau negara-negara bekas Soviet lainnya sebagai anggota.

Biden menyakinkan Presiden Ukraina bernama Volodymyr Zelenskuu bahwa AS akan menanggapi dengan tegas jika Rusia menginvasi Ukraina. Pejabat AS dan Rusia bertemu di Jenewa untuk pembicaraan diplomatik namun gagal. Rusia mengulangi tuntutan keamanan yang menurut AS tidak dapat diterima. Kemudian NATO menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat kehadiran militernya di Eropa Timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur. Beberapa negara Barat pun mulai mengevakuasi staf kedutaan dari Kyiv.

Pada 27 Januari 2021, Biden memperingatkan kemungkinan invasi Rusia pada Februari. Presiden Rusia Vladimir Putin mengayakan tuntutan keamanan utama Rusia belum ditanggapi tetapi Moskow siap untuk terus berbicara. Presiden Ukraina Zelenskyy memperingatkan Barat untuk menghindari menciptakan kepanikan yang akan berdampak negatif terhadap perekonomian negaranya.

Penyebab Konflik Rusia dan Ukraina 2 - Sejarah Konflik Rusia - Ukraina
photo via rferl.org

Pada 1 Februari 2022 Putin membantah merencanakan invasi dan menuduh AS mengabaikan tunttan keamanan negaranya. Media AS mengutip pernyataan kebajab AS bajwa Rusia telah membangun 70 persen dari pembangunan militer yang dibutuhkan untuk meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Putin dan mengatakan jika Rusia tidak akan meningkatkan krisis Ukraina. Namun, Kremlin membantah bahwa Macron dan Putin mencapai kesepakatan untuk mengurangi eskalasi krisis.

Pada 10 Februari 2022, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dan Menli Rusia Sergey Lavrov mengadakan pembicaraan tanpa hasil. Truss yang memperingatkan sanksi keras Barat jika Ukraina diserang, menantang Lavrov tentang pernyataannya bahwa penumpukan pasukan dan persenjataan Rusia tidak mengacam siapapun. Penasihat keamanan nasional Biden yaitu Jake Sullivan mengatakan intelijen AS menunjukkan invasi Rusia dapat dimulai dalam beberapa hari sebelum Olimpiade Beijing berakhir pada 20 Februari.

Pada 12 Februari 2022, Biden dan Putin mengadakan pembicaraan melalui konfrensi video. Presiden AS mengatakan invasi Rusia ke Ukraina akan menyebabkan penderitaan manusia yang meluas dan Barat berkomitmen pada diplomasi untuk mengakhiri krisis tetapi sama siapnya untuk skenario lain. Putin juga mengeluh dalam seruan itu jika AS dan NATO belum menanggapi secara memuaskan tuntutan Rusia agar Ukraina dilarang bergabung dengan aliansi militer dan NATO menarik mundur pasukan dari Eropa Timur. Ajudan utama kebijakan luar negeri Putin mengatajan jika sementara ketegangan telah meningkat selama ke titik absurditas. Dia mengatakan Biden menyebutkan kemungkinan sanksi yang dapat dikenakan pada Rusia tetapi masalah ini bukan fokus selama percakapan yang cukup panjang dengan pemimpin Rusia.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments